Khawarizm Syah


Ia adalah seorang raja dan penguasa yang agung, Jalaluddin Mankuburi, anak dari raja yang agung pula yaitu Alauddin Muhammad anak raja Khawarizm Syah Takusy.

Ketika ia memegang kekuasaan di negerinya, banyak bangsa yang mendekatinya, ia pun mengalami kejadian-kejadian yang menakjubkan, ketika bangsa Tatar menyerang negeri Alma di balik An-Nahriyyah maka Alauddin segera menghadapinya dan ia mempersiapkan pasukan untuk dipimpin oleh Jalaluddin –anaknya- sebanyak 15 ribu orang, maka terjadilah pertempuran sengit, dalam pertempuran tersebut Jalaluddin dan ayahnya berpencar. Jalaluddin dapat mengalahkan pasukan lawan yang dihadapinya, sedangkan ayahnya masih menghadapi musuhnya dalam kesulitan, sampai ia mati secara mistrius pada tahun 617 H, di sebuah pulau di tepi laut.

Al Muwaffaq


Ia adalah Muwaffaquddin Abu Muhammad Abdul Lathif seorang anak ahli fikih yaitu Yusuf bin Muhammad Al Maushili, Al Baghdadi Asy-Syafi’i, seorang pendatang di Halab, seorang syaikh, Al Imam, ulama fikih, nahwu, bahasa, seorang dokter, ia mempunyai jiwa seni, dahu ia dikenal dengan julukan Ibnu AlLabad.
Ia dilahirkan di Baghdad pada tahun 557 H.

Al Muwaffaq berkata, “Aku belajar dari banyak orang, aku juga telah hafal kitab Al Maqamat, dan Al Fashih serta Diwan Al Mutanabbi, juga beberapa kitab ringkasan fikih dan ringkasan nahwu, aku juga telah hafal kitab Adab Al Katib, dan Musykil Al Qur`an karya Ibnu Qutaibah, kitab AlLuma’ juga telah aku hafalkan, kemudian aku menelaah kitab Al Idhah dan aku telah menghafal syarahnya, lalu aku juga telah hafal kitab At-Takmilah hanya dalam beberapa hari, setiap harinya aku menghafal satu buku catatan, di sela-sela daripada itu aku juga tidak lalai untuk belajar hadits dan fikih kepada Ibnu Fadhlan.”

Yaqut

Dia adalah satu-satunya sastrawan pada masanya, namanya adalah Syihabuddin Ar-Rumi, seorang budak Askar Al himawi, seorang ahli nahwu dan khabar, serta seorang sejarawan.

Majikannya melepaskannya tanpa tebusan, ia seorang yang sangat cerdas, Yaqut bepergian ke Kaisy, dari hasil penelitiannya ia mengetahui banyak hal, ia banyak berbicara tentang para sahabat tetapi malah diremehkan oleh orang lain, kemudian ia melarikan diri ke Halb, berlanjut ke Irbil Dan Khurasan, ia berdagang di Marwa Dan Khuwarizm, kondisinya semakin sulit ketika bangsa Tatar muncul, tetapi ia dapat melarikan diri dari bangsa tersebut, maka ia sampai di Halb tanpa memiliki apapun, ia sangat merasa kesulitan di sana.

Azh-Zhahir Biamrillah


Azh-Zhahir Biamrillah


Dia adalah khalifah Abu Nashr Muhammad bin An-Nashir Lidinillah Al Hasyimi Al Abbasi Al Baghdadi.
Dilahirkan pada tahun 571 H.

Dia dibai’at menjadi khalifah ketika ia masih remaja, namun setelah itu ayahnya mencopot kekhalifahannya untuk digantikan dengan saudaranya yang bernama Ali, kekhalifahan yang dipegang oleh Ali terus berlangsung hingga ia wafat pada tahun ke-18 ia memegang kekhalifahan, maka ayahnya meminta Azh-Zhahir untuk kembali memegang kekhalifahan, maka ia memegang kekuasaan setelah An-Nashir tetapi kekuasaan yang dipimpinnya tidak berlangsung lama, ia dibacakan kitab Musnad Ahmad dengan persetujuan dari ayahnya.