Abu Musa Al Asy’ari


cara-global.blogspot.com: Dia bernama Abdullah bin Qais bin Sulaim.
Dia dikenal sebagai imam besar, sahabat Rasulullah SAW, dan ahli ilmu fikih yang mengajarkan Al Qur`an. 
Dia termasuk sahabat yang berguru kepada Nabi SAW, mengajar penduduk Bashrah membaca Al Qur an, dan memahamkan agama kepada mereka.

Haritsah bin An-Nu’man


cara-global.blogspot.com: Dia bernama Ibnu Naf’in Al Khazraji An-Najjari.

Dia termasuk pejuang perang Badar dan perang-perang lainnya. Kami tidak tahu apakah dia meriwayatkan hadits atau tidak, namun yang jelas dia sahabat yang gemar memberi utang dan dermawan, serta berbakti kepada ibunya.

Hudzaifah bin Al Yaman


cara-global.blogspot.com: Dia salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal cerdas dan penyimpan rahasia.175
Dia bernama asli Hisl —ada pula yang mengatakan Husail— Ibnu Jabir Al Abasi Al Yamani, Abu Abdullah. 
Dia sekutu kaum Anshar dan termasuk tokoh kaum Muhajirin.

Dikarenakan ayahnya (Hisl) pernah menumpahkan darah kaumnya, maka dia lari ke Madinah dan bersekutu dengan bani Abdul Asyhal. Setelah itu kaumnya menyebutnya Al Yaman lantaran persekutuannya dengan kaum Yaman, padahal mereka orang-orang Anshar.

An-Nu’man bin Muqarrin


cara-global.blogspot.com: Dia adalah Abu Hakim Al Muzani Al Amir, sahabat Rasulullah SAW.

Dia adalah pembawa panji kaumnya pada saat penaklukkan Makkah, kemudian menjadi panglima pasukan ketika menaklukkan Nahawan.

Dia adalah sahabat yang doanya dikabulkan, sampai-sampai Umar memperkenalkannya di atas mimbar kepada kaum muslim, hingga dia menangis.
Dia terbunuh tahun 21 Hijriyah, pada hari Jum’at.

Abu Ad-Darda’


cara-global.blogspot.com: Dia adalah Abu Ad-Darda` Uwaimir bin Zaid bin Qais Al Anshari Al Khazraji.
Dia seorang pemimpin teladan, hakim Damaskus, sahabat Rasulullah SAW, hakim umat ini, dan penghulu para pembaca Al Qur`an di Damaskus. 

Beliau termasuk sahabat yang berguru kepada Nabi SAW dan belum pernah ada berita yang menyatakan bahwa dia berguru kepada orang lain. Selain itu, beliau termasuk salah sahabat yang mengumpulkan Al Qur`an pada masa Rasulullah SAW. Dia juga pernah mengajar membaca bagi penduduk Damaskus pada masa kekhalifahan Utsman dan masa sebelumnya, kemudian menutup usianya tiga tahun sebelum Utsman. 

Sahal bin Hunaif


cara-global.blogspot.com: Dia adalah Abu Tsabit Al Anshari, Al Ausi, Al Aufi. 
Dia termasuk pejuang perang Badar dan perang-perang lainnya. 
Dia salah seorang amir Ali. 
Dia meninggal di Kufah pada tahun 38 Hijriyah dan jasadnya dishalati oleh Ali. 

Ummu Haram


cara-global.blogspot.com: Dia adalah putri Milhan bin Khalid bin Zaid, saudara perempuan Ummu Sulaim, bibi Anas bin Malik, dan istri Ubadah bin Ash-Shamit.

Dia termasuk wanita yang berkedudukan tinggi.
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah mengunjungi kami saat tidak ada seorang pun kecuali aku, Ibuku dan bibiku, Ummu Haram. Beliau bersabda, ‘Berdirilah, aku ingin shalat bersama kalian’. Beliau pun shalat bersama kami di luar waktu shalat’.”

Ummu Hani`


cara-global.blogspot.com: Sayyidah fadhilah Ummu Hani` adalah putri Abu Thalib, paman Rasulullah, keturunan bani Hasyim dari Makkah, saudara perempuan Ali dan Ja’far. 

Dia berada di bawah kekuasaan Hubairah bin Amr bin A’id Al Makhzumi, lalu dia melarikan diri ke Nigeria pada saat penaklukkan Makkah. 

Ummu Sulaim Al Ghumaisha’


cara-global.blogspot.com: Dia dipanggil dengan sebutan Rumaisha‘ binti Milhan bin Khalid bin Zaid Al Anshari Al Khazraji. 
Dia ibu dari pelayan Rasulullah SAW yang bernama Anas bin Malik.  
Dia wanita mulia yang pernah menyaksikan perang Hunain dan Uhud. 
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Ummu Sulaim membuat pisau besar pada saat perang Hunain, maka Abu Thalhah berkata, ‘Ya Rasulullah, Ummu Sulaim membawa sebilah pisau’. Mendengar itu, Ummu Sulaim berkata, ‘Apabila orang musyrik mendekatiku maka akan aku belah perutnya’.” 

Barirah Maula Aisyah Ummul Mukminin


Barirah Maula Aisyah Ummul Mukminin

cara-global.blogspot.com: Aisyah berkata, “Ketika Barirah dimerdekakan dan keluarga Barirah mensyaratkan perwalian, Rasulullah SAW berdiri dan bersabda, ‘Mengapa suatu kaum mensyaratkan hal yang tidak terdapat dalam Al Qur`an? Barangsiapa membuat syarat yang tidak terdapat dalam Al Qur`an, maka dia orang yang batil, walaupun dia menetapkan seratus syarat, karena syarat Allah lebih benar dan kuat’.”