Syaddad bin Aus

Dia adalah putra Tsabit, Abu Ya’la dan Abu Abdurrahman Al Anshari An-Najari Al Khazraji. 

Syaddad adalah keponakan Hassan bin Tsabit, seorang penyair zaman Rasulullah SAW. Dia termasuk tokoh sekaligus ulama dari kalangan sahabat, yang pernah singgah di Baitul Maqdis.

Sa’id bin Abdul Aziz berkata, “Syaddad mempunyai dua kelebihan dari orang-orang Anshar, yaitu apabila berbicara maka perkataannya mudah dipahami, dan mampu menahan amarah.”

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah. 

Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, 

“Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Tamim Ad-Dari

Dia merupakan sahabat Rasulullah SAW, Abu Raqayyah, Tamim bin Aus bin Kharijah Al-Lakhmi Al Falisthini. 

Tamim Ad-Dari diutus sebagai delegasi pada tahun 9 Hijriyah, lalu masuk Islam. Setelah itu Nabi SAW bercerita tentang dirinya di atas mimbar dengan cerita yang menarik berkaitan dengan Dajjal.

Selain Tamim Ad-Dari meriwayatkan banyak hadits, dia juga seorang ahli ibadah dan banyak membaca Al Qur`an. 

Ar-Rasyid

Dia adalah penguasa yang bergelar Ar-Rasyid Abdu Al Wahid bin Al Makmun Idris Al Mukmini.
Dia menjadi raja yang kokoh, kemudian dia berkhutbah dengan tema Al mahdi Al Makshum Ibnu Tumarta, dengan khutbah itu hati orang-orang Muwahhidin menjadi suka kepadanya,